Kamu mau investasi? Tapi bingung kamu punya profil risiko yang mana? Yuk cek kamu termasuk Profil Risiko yang mana.

Jenis – Jenis Profil Risiko
1.Tipe Konservatif (Risk Averse)
Mayoritas investor pemula termasuk dalam tipe konservatif, mereka cenderung menghindari risiko dan cenderung memilih instrumen investasi yang aman untuk membuat mereka tenang.
Tipe Investor ini lebih cenderung mengamankan modal investasi mereka agar tidak mengalami kerugian (Capital Loss), mayoritas tipe investor ini memilih instrumen investasi dengan tingkat keuntungan yang stabil dan tidak terlalu besar.
Dari segi Jangka waktu, investor konservatif memilih berinvestasi jangka panjang (> 5 tahun) dan cocok untuk tujuan dana pensiun atau dana pendidikan anak.
Instrumen yang cocok untuk tipe investor ini yaitu:
- Deposito
- Reksadana Pasar Uang
- Surat Berharga Negara (SBN)
- Emas
2. Tipe Moderat (Risk Neutral)
Investor tipe ini biasanya sudah punya pengetahuan tentang investasi dan pengalaman yang lebih matang dibanding dengan tipe konservatif.
Investor lebih siap secara mental untuk menghadapi fluktuasi jangka pendek dan mengharapkan tingkat keuntungan yang lebih tinggi dari bunga deposito dan tingkat inflasi. Mereka tetap berhati – hati supaya mereka tidak mengalami capital loss.
Dari segi Jangka waktu, investor moderat memilih berinvestasi jangka menengah hingga panjang (3 – 5 tahun keatas).
Instrumen yang cocok untuk tipe investor ini yaitu:
- Deposito
- Obligasi
- Reksadana Saham
- Reksadana Campuran
- Reksadana Pendapatan Tetap
- Saham Bluechip
3. Tipe Agresif (Risk Seeker)
Investor tipe ini berani dalam memilih instrumen investasi dengan risiko tinggi atau sesuai dengan quote High Risk High Return, mereka mencari tingkat keuntungan yang tinggi dan berani terhadap fluktuasi harga yang cepat.
Rela kehilangan sebagian modal atau semua modal sudah menjadi identitas tipe investor ini demi mendapat tingkat keuntungan yang tinggi dan cepat.
Tipe Investor ini harus memiliki pengetahuan yang dalam, kemampuan analisa pasar yang tajam, dan pengalaman adalah guru terbaik mereka. Psikologis mereka juga diuji ketika harga instrumen investasi mereka sedang turun drastis.
Tipe Agresif cocok untuk jangka pendek dengan instrumen seperti:
- Trading Saham
- Trading Forex
- Saham Third Liner
- Reksadana Saham
- Cryptocurrency
- Properti
Merasa blog ini bermanfaat? Yuk share ke teman dan keluarga kamu 🙂
4 thoughts on “Ini 3 Tipe Investor, Cek Profil Risiko Kamu Yuk”